Mowen (1990 : 5) mengatakan bahwa perilaku konsumen adalah
studi unit-unit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam menerima,
menggunakan dan penentuan barang, jasa, dan ide. Difinisi tersebut menggunakan
istilah unit-unit pembuat keputusan, karena keputusan bisa dibuat oleh individu
atau kelompok. Difinisi tersebut juga mengatakan bahwa konsumsi adalah proses
yang diawali dengan penerimaan, konsumsi, dan diakhiri dengan penentuan
(disposition). Tahap penerimaan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi
pilihan konsumen terhadap produk, tahap konsumsi menganalisa bagaimana konsumen
senyatanya menggunakan produk yang diperoleh. Tahap penentuan menunjukkan apa
yang dilakukan konsumen setelah selesai menggunakan produk tersebut.
Studi
perilaku konsumen adalah studi bagaimana seorang individu membuat keputusan
untuk menggunakan sumber-sumber yang dimiliki pada konsumsi yang berkaitan
dengan sesuatu (barang atau jasa). Schifman dan Kanuk (1991 : 5) mengatakan
studi ini meliputi; apa yang dibeli, mengapa ia membelinya, dan berapa sering
ia membelinya.
Swastha
dan Handoko (1987 : 9) mendifinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan
individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan
barang dan jasa ekonomisalnya, termasuk kegiatan pengambilan keputusan.
Perilaku
konsumen (AMA) adalah interaksi dinamisalnya antara pengaruh dan kognisi,
perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran
dalam hidup mereka. Ada tiga ide penting dari difinisi tersebut
yaitu;
Perilaku
konsumen adalah dinamisalnya, artinya konsumen bergerak sepanjang waktu.
Implikasinya dalah generalisasi perilaku konsumen biasanya terbatas untuk satu
jangka waktu, produk, dan konsumen tertentu. Dlm strategi pemasaran berarti
strategi yang sama dapat memberikan hasil yang berbeda, untuk situasi yang
berbeda. Strategi yang berhasil untuk titik tertentu dapat saja gagal pada
titik yang lain.
- PENTINGNYA MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN
Alasan
mempelajari perilaku konsumen dapat diiktisarkan sebagai berikut:
1.
Analisis konsumen menjadi dasar bagi manager pemasaran. Hal ini membantu
menajer dalam:
a.
menyusun bauran pemasaran.
b.
segmentasi
c.
defferensiasi dan product positioning.
d.
menyediakan dasar analisisi lingkungan
e.
mengembangkan riset pemasaran.
2.
Analisis konsumen memainkan peranan kritis dalam pengembangan kebijakan publik.
3.
Pengetahuan mengenai perilakuk konsumen mengembangkan kemampuan konsumen untuk
menjadi konsumen yang lebih efektif.
4.
Analisis konsumen memberikan pengetahuan tentang perilaku manusia.
5.
Studi perilaku konsumen memberikan 3 jenis informasi, yaitu:
a.
Orientasi konsumen.
b.
Fakta mengenai perilaku pembelian.
c.
Teori yang membimbing dalam proses berfikir.
C. KERANGKA ANALISIS PERILAKU KONSUMEN
Secara sederhana variabel-variabel perilaku
konsumen dapat dibagi kedalam 3 bagian yaitu :
1. Faktor-2 ekstern yang terdiri dari
kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan referensi, dan keluarga.
2. Faktor-2 intern/individu yang terdiri dari
motivasi, persepsi, kepribadian dan konsep diri, belajar dan sikap individu.
3. proses pengambilan keputusan yang terdiri
dari 5 tahap yi; menganalisa keinginan dan kebutuhan, pencarian informasi,
penilaian dan pemilihan alternatif, keputusan untuk membeli, dan perilaku
sesudah pembelian.
Berkowitz (1992 : 118), secara lengkap memberi
gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen sebagai
berikut:
Marketing mix influences
- Product
- Price
- Promotion
- Place
Purchase Decision Proces
-Problem Recognition
-Information Search
-Alternatif Evaluation
-Purchase Decision
-Post Purchase Decision
Sociocultural Influences
- Personal Influences
- Reference Group
- Family
- Social Class
- Culture
- Subculture
Psycological Influences
- Motivation
- Personality
- Learning
- Values, Believes and
Attitudes
Situational Influences
- Purchase Task
- Social Surroundings
- Physical Surroundings
- Temporal Efect
- Antecendent States
D. TEORI-TEORI PERILAKU KONSUMEN
1. TEORI EKONOMI MIKRO
Teori ekonomi mikro ini dikembangkan oleh
beberapa ahli diantaranya Adam Smith yang mengembangkan suatu doktrin
pertumbuhan ekonomi yang didasakan atas prinsip bahwa manusia dalam segala
tindakanya didorong oleh kepentinganya sendiri. Jeremy Bentham mengemukakan
bahwa manusia adalah makluk yang mempertimbangkan untung rugi dalam segala
tindakanya.
2. TEORI PSIKOLOGIS.
Teori psikologi mendasarkan diri pada
faktor-faktor psikologis individu yang selalu dipengaruhi oleh
kekuatan-kekuatan lingkungan. Perilaku manusia sangat komplek karena proses
mental tidak dapat diamati secara langsung.
a. Teori Belajar.
Teori belajar dikembangkan dari berbagai
percobaan pada sejumlah binatang yang dilakukan oleh ahli-ahli psikologi
seperti Ivan Pavlov, Skinner dan Hull. Teori ini didasarkan atas empat komponen
pokok yi: (1) drive (dorongan), (2) cue (petunjuk), (3) respon (tanggapan), (4)
reinforcement (penguat).
Drive (kebutuhan/motif) adalah stimuli
(rangsangan) kuat dalam diri seseorang yang memaksanya untuk bertindak. Drive
dpt dibedakan mjd dorongan yang bersifat fisiologis seperti; lapar, haus, seks,
dan dorongan yang bersifat hasil proses belajar (learning dariive) misalnya;
takut, senang dan sebagainya.
Beberapa teori yang dpt menjelaskan penafsiran
dan peramalan proses belajar konsumen adalah:
1) Stimulus Response Theory (Teori rangsangan
- tanggapan)
Menurut teori ini proses belajar merupakan
suatu tanggapan dari seseorang (binatang) terhadap suatu rangsangan yang
dihadapinya. Sebuah percobaan dilakukan terhadap seekor anjing dengan
memeberikan rangsangan. Jika anjing memberikan respon yang benar sesuai yang
dikehendaki makan diberi hadiah berupa daging, jika tangapan salah maka diberi
hukuman yaitu dipukul. Rangsangan tersebut diulang-ulang sampai mendapatkan
respon yang sama secara terus menerus. Akhirnya ketika muncul rangsangan yang
sama anjing tersebut memberikan respon yang sama meskipun tidak diberi hadiah.
Dengan demikian disini terdapat perilaku yang dipelajari (leanerd behavior).
2) Cognitive Theory (Teori Kesadaran)
Teori S – R menyatakan bahwa perilaku
merupakan respon positif atau negatif, dan tidak ada variabel-variabel lain
yang turut mempengaruhinya. Dalam teori kesadaran proses belajar dipengaruhi
oleh faktor-faktor seperti:
1. sikap
2. keyakinan
3. pengalaman masa lalu
4. kesadaran mengenai bgm memanfaatkan suatu
keadaan untuk mencapai tujuan.
3) Gestalt dan Field Theory (Teori Bentuk dan
Bidang)
Gestalt (Jerman) berarti pola, bentuk, ujud.
Teori ini memandang proses belajar dan perilaku scr keseluruhan. Teor i ini
didasarkan pada percobaan-2 yang membuktikan bhw rangsangan individual diterima
dan diartikan berdasarkan pengalaman masa lalu. Proses pengamatan, pengalaman
masa lalu, dan pengarahan tujuan merupakan variabel penentu perilaku.
3. Teori Psikoanalitis
Dasar teori ini adalah teori psikoanalisa dari
Sigmen Freud. Perilaku manusia merupakan kerjasama dari ketiga aspek dlm
struktur kepribadian manusia yi; (1) id (das es), (2) ego (das ich), (3) super
ego (das veber ich).
Id adalah aspek biologis merupakan wadah dari
dorongan-2 yang ada dlm diri manusia. Id hanya mengenal dunia obyektif (dunia
batin). Misalnya, rasa lapar dalam id dapat dipuaskan baik dengan mengkhayalkan
makan maupun makan sungguhan.
Ego adalah aspek psikologis dari kepribadian
dan timbul krn kebutuhan organisme untuk berhubungan dgn dunia kenyataan. Ego
mjd tempat pusat perencanaan unt menemukan jalan keluar bagi dorongan-2 yang
terdapat dlm “id”nya. Ego dpt membedakan sesuatu yang hanya ada di dlm batin
dan susuatu yang ada di duni luar.
Super ego merupakan aspek sosiologis dari
kepribadian. Aspek ini dpt dianggap sbg aspek moral dari kepribadian yang
menyalurkan dorongan naluriah ke dlm tindakan yang tdk bertentangan dgn norma
sosial dan adat kebiasaan.
4. Teori Sosiologis
Teori ini disebut juga psikologi sosial. Teori
ini menitikberatkan pada hubungan dan pengaruh antara individu-2 yang dikaitkan
dgn perilaku mereka, jadi lebih mengutamakan perilaku klp. Teori ini memandang
manusia sebagai social animal yang menyesuaikan diri dengan bentuk kultur
lingkungan hidupnya. Keinginan dan perilaku seseorang sebagian besar ditentukan
oleh lingkungan sosial dimana seseorang menjadi anggotanya. Teori sosiologis
mengarahkan analisa perilaku pada kegiatan-2 klp, seperti keluarga, teman
sekerja, dan sebagainya.
5. Teori Atropologis
Teori ini menekankan bahwa sikap dan perilaku
manusia dipengaruhi berbagai kelompok masyarakan yg besar spt; kultur,
subkultur, dan kelas-2 sosial. Faktor-faktor tersebut memainkan pernan yang
amat penting dalam pembentukan sikap dan menentukan nilai-nilai yang akan
dianut dimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilakunya.
E. MODEL-MODEL PERILAKU KONSUMEN
Model adalah penyederhanaan dari suatu
kenyataan. Variabel-variabel yang mempengaruhi perilaku konsumen yang sangan
komplek, untuk itu dibutuhkan penyederhanaan. Penyederhanaan dilakukan dengan
hanya memasukkan variabel-variabel dalam kenyataan yang menarik atau dapat
ditangkap oleh pembuat model.
Dengan membuat model akan diperoleh manfaat
sebagai berikut :
1. membantu mengembangkan teori yang mengarahkan
penelitian perilu konsumen.
2. sbg bahan dasar untuk mempelajari
pengetahuan yang terus berkembang tentang perilaku konsumen.
Beberapa model-model perilaku konsumen antara
lain:
1. Model Howard-Sheth
Model ini berisi empat elemen pokok, yaitu:
1. input (ransangan/stimuli)
Merupakan dorongan (stimuli) yg ada dlm
lingkungan konsumen terdiri dari dorongan komersial dari pemasar dan dorongan
sosial. Dorongan komersial adalah dororngan signifikaatif yang berupa merek dan
stimuli simbolik yang berhubungan dengan kegiatan periklanan perusahaan.
Dorongan sosial adalah komunikasi dari mulut kemulut yang terjadi dalam
keluarga, kelas sosial, dan kelompok referensi, yang merupakan input yang
sangat efektif untuk sebuah keputusan pembelian.
2. Susunan hipotesis (hypothetical construk)
Susuanan hipotesis adalah proses intern
konsumen yg menggambarkan proses hubungan antara input dan output pembelian.
Susunan hipotesis ini berdasarkan sejumlah teori belajar dan teori kesadaran.
Susuan hipotesis terdiri dari dua bagaian:
a. susunan pengamatan (perceptual contruct)
terdiri dari perhatian yg dipengaruhi oleh kedwiartian yg mendorong (stimulus
ambiquity) dan sikap, bias pengamatan dan penyelidikan konsumen.
b. Susunan balajar (learning construct) yg
terdiri dari motif,pemahaman merek, criteria pemilihan, maksud /tujuan untuk
membeli, keyakinan dan kepuasan
3. Output (respon variables)
Model Howard-Sheth menghasilkan output yang
berupa keputusan untuk membeli. Tujuan adl kecenderungan konsumen unt membeli
merek yg paling disukai. Sikap mrp penilai konsumen ttg kemampuan merek
memuaskan kebutuhan. Pemahaman merek adl sejumlah informasi yg dimiliki
konsumen tnt suatu produk tnt. Perhatian adl tanggapan thd informasi yg masuk.
Apa yang dikemukanakan oleh Howard-Sheth hampir serupa dengan dengan model AIDA
(attention, interest, desire, dan action) dalam iklanan.
4. Variable-variabel exsogen (exogenous
variables)
Variabel-variabel eksogen turut mempengaruhi
perilaku konsumen meskipun pengaruhnya tidak begitu besar. Variabel-variabel
eksogen dalam model ini adalah:
- pentingnya pembelian
- sifat kepribadian status keuangan batas
waktu (mendesak tidaknya)
- faktor sosial dan organisasi
- kelas sosial
- kebudayaan
Menurut Howard dan Sheth ada 3 model dlm
pengambilan keputusan, yi:
a. Pemecahan masalah yg luas, yaitu
pengambilan keputusan dimana pembeli belum mengembangkan criteria pemilihan.
b. Pemecahan masalah terbatas, yaitu situasi
yg menunjukkan bahwa pembeli telah memakai criteria pemilihan, ttp ia belum memutuskan
merek apa yg terbaik
c. Pemecahan masalah berulang kali, yaitu
pembeli telah menggunakan criteria pemilihan dan telah pula menetapkan
produknya.
Model ini lebih menitik beratkan pada
pembelian ulang dan menggambarkan dinamika perilaku pembelian selama satu
periode. Menurut model ini seseorang mempunyai motif, pandangan, dan dapat
mengambil keputusan melakui proses belajar. Dengan melakukan pembelian ulang
maka proses pengambilan keputusan menjadi lebih sederhana.
2. Model Engel, Kollat dan Blackwell
Model ini menggambarkan dengan jelas bagaimana
seseorang melakukan pembelian, mulai timbulnya kebutuhan sampai akhir pembelian
yaitu penilaian setelah pembelian. Model ini didasarkan pada proses pengambilan
keputusan konsumen.
Tahap dasar dari proses pembelian menurut
model ini adalah: (1) motivasi, (2) pengamatan, (3) proses belajar. Kemudian
diteruskan dengan pengaruh dari kepribadian, sikap dan perubahan sikap bekerja
bersama pengaruh aspek sosial dan kebudayaan setelah itu samapailah pada tahap
proses pengambilakan keputusan konsumen.
Enggel, Kollat dan Black Well mengatakan bahwa
mempelajari perilaku konsumen adalah hampir sama dengan mempelajari perilaku
manusia.
3. Model Nicosia
Model Francesco Nicosia didasarkan pada teknik
gambar aliran proses komputer dengan umpan baliknya. Nicosia mengidentifikasi
empat komponen
dasar pada model perilaku konsumen,
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar
4. Model Andarieasen
Model Andarieasen dibangun dari
konsepsi-konseosi tentang formasi sikap dan perubahannya dalam psikologi
sosial. Kunci perubahan sikap ditetntukan oleh berbagai macam jenis informasi.
Model ini menjelaskan seluruh proses dari rangsangan-rangsangan sampai dengan
hasilnya yang berupa perilaku, semua itu terkandung dalam siklus pemrosesan
informasi yg terdiri empat tahap yaitu: input berupa rangsangan (stimuli),
pengamatan (perception) dan penyaringan, perubahan-perubahan sifat, serta macam
hasil yang mungkin terjadi
E. Model Clawson
Model ini didasarkan pada teori bentuk dan
teori bidang. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh hasil konflik psikologis dalam
berbagai situasi. Konsumen individu mengumpulkan valensi-valensi positif dan
negatif dari suatu produk yang hendak dibeli. Terjadinya pembelian merupakan
hasil bahwa valensi-valensi positif yg lebihh besar daripada valensi negatif.
Nilai masing-msing valensi tersebut tidak tetap dan tidak bebas dari pengaruh
ruang individu. Kebutuhan akan suatu produk timbul dan dipengaruhi oleh ruang
hidup individu yaitu tempat, waktu, dsb.
Valensi adalah pengertian yang menggambarkan
sifat dari pada lingkungan psikologis, yaitu nilai lingkungan psikologis itu
bagi seseorang. Ada dua nilai yaitu nilai positif dan nilai negatif:
(1) Sesuatu mempunyai nilai atau valensi
positif apabila menyebabkan berkurangnya atau hilangnya tegangan bila seseorang
mendapatkan sesuatu itu, serta menyebabkan meningkatkan tegangan jika seseorang
terhambat untuk mendapatkanya. Misalnya minuman bagi orang yang haus.
(2) Sesuatu mempunyai nilai atau valensi
negatif jika menyebabkan meningkatnya tegangan jika seseorang mendapatkanya dan
menyebabkan menurunya tegangan bila seseorang meninggalkannya. Misalnya limbah.
Jadi valensi positif bersifat menarik dan
velensi negatif bersifat menolak.
F. Model Hirarki Kebutuhan dari Maslow
Ada lima hirarki kebutuhan yi; fisiologis,
keselamatan, cinta, penghargaan. Dan aktualisasi diri. Maslow menekankan adanya
suatu hirarkhi kebutuhan, dimana kebutuhan yang lebih tinggi akan dipenuhi
seterlah kebutuhan yang lebih rendah dipenuhi terlebih dahulu.
Hirarkhi kebutuhan menurut Maslow adalah
sebagai berikut :
1. kebutuhan fisiologis, seperti makan, minum,
perumahan, dan sebagaimnya
2. kebutuhan akan keselamatan, yaitu
perlindungan dari bahya, ancaman, dan perampasan ataupun pemecatan dari
pekerjaan.
3. kebutuhan milik dan kecintaan, misalnya
kepuasan sebagai anggota keluarga dan kelompok, kesenangan, kepuasan dalam
menjalin hubungan dengan orang lain dan sebagainya.
4. kebutuhan akan penghargaan, misalnya
reputasi, prestise, kehormatan diri, kebutuhan akan status dan kedudukan dan
sebagainya.
5. kekbutuhan akan kenyataan diri, mislanya
penyelesaian pekerjaan sendiri, pengembangan diri semaksimal mungkin,
kreativitas, ekspresi diri dan sebagainya.
Maslow menggunakan hirarkhi kebutuhan ini
sebagai dasar penelitian untuk menentukan bagaiman tingkatan kebutuhan ini
berkaitan dengan perilaku manusia. Intinya seseorang akan melakukan pembelian
untuk memenuhi suatu kebutuhannya kalau kebutuhannya yang lebih rendah telah
terpenuhi. Dengan kata lain orang tidak akan membeli produk untuk pemenuhan
kebutuahan akan keselamatan kalau kebutuahan fisiologis/kebutuhan pokoknya
terpenuhi.
G. Model Markov
Model Markov meneliti perilaku pemilihan merek
suatu produk. Model ini menyebutkan bahwa hanya pemilihan merek pada pembelian
terakir yang mempengaruhi pemilihan merek pembelian sekarang.
Untuk memberi gambaran model Markov, kita
ambil contoh ada tiga merek disuatu pasar (merek A, B, dan C) dan ketiga merek
tersebut adalah merek-merek yang dibeli pada pembelian yang terakhir.
H. Model Perilaku Pembelian Industri
Perusahaan yang menghasilkan barang industri
perlu mengetahu bagaimana perilaku pembelian industri. Keberhasilan kegiatan
pemasaran industrial sering kali tergantung pada masalah seberapa jauh pemasar
dapat memahami proses pembelian, termasuk didalamnya adalah :
(a) identifikasi wewenang dalam pembelian
(b) penyusunan kriteria keputusan
(c) penyusunan prosedur untuk evaluasi dan
pemilihan supplier
proses pembelian barang industri jauh lebih
kompleks dari pada barang konsumsi, hal ini disebabkan karena banyaknya aktor
yang terlibat dalam pengambilan keputusan pembelian maupun sifat dari barang
industri itu sendiri yang biasanya secara teknis lelebihih kompleks.
Sebagai gambaran berikut ini disajikan
bagaimana sebuah perusahaan