Jumat, 24 April 2015

Subject, Verb - Agreement, Pronoun and Verb as Complement

1.     Subject, Verb-Agreement

persesuaian antara verb (kata kerja) dengan subject kalimat dalam halnumber, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak). Subjek dapat berupa noun (kata benda), pronoun (kata ganti), atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund daninfinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakanplural verb (kata kerja jamak).

Contoh Kalimat:
·        The sun rises. (Matahari terbit)
·        The stars shine. (Bintang bersinar)

2.     Pronoun
Pronoun adalah kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda) yang dapat berupa orang, benda, hewan, tempat, atau konsep abstrak. Kata ganti benda ini merupakan satu dari delapan part of speech.

subject
Object
Reflexive pronoun
Possesive pronoun
Possesive Adjective
I
Me
My self
Mine
My
You
You
Your self
Yours
Your
We
Us
Our selves
Ours
Our
They
Them
Them self
Theirs
Their
He
Him
Him self
His
His
She
Her
Her self
Hers
Her
It
Its
It self
Its
Its
Contoh pronoun :
A.   Subject Pronoun
Kata ganti subjek menggantikan kata benda yang merupakan subjek dari sebuah kalimat. Pada orang ke 3, kata ganti subjek sering digunakan untuk menghindari pengulangan nama subjek.
Contoh : I read a book

B.   Object Pronoun
Kata ganti objek digunakan untuk menggantikan kata benda yang menjadi objek dalam kalimat langsung maupun tidak langsung.
Contoh : Tiffany recieved a message from her last night

C.   Possesive Adjective
Possessive adjectives tidak dapat ganti, tetapi determiners dapat diganti. Hal ini lebih baik dipahami pada saat yang sama dengan pronouns karena mereka mirip dalam bentuk kalimatnya dengan possessive pronouns. Possessive adjektif berfungsi sebagai adjektif, sehingga mereka muncul sebelum kata benda yang mereka ubah. Mereka tidak menggantikan kata benda sebagai kata ganti do.

Contoh : Where did you hide my shoes?

D.   Possesive pronoun
Possessive pronoun menggantikan possessive nouns  baik sebagai subjek atau objek kalimat. Karena kata benda yang digantikan tidak muncul dalam kalimat, maka konteks dari kata benda yang tidak kelihatan itu harus jelas.
Contoh : This book is mine

E.    Reflexive pronoun
Berfungsi untuk memberikan penekanan yang jika diterjemahkan menjadi “diri”, sehingga terkadang diterjemahkan dengan dirinya/mu/kita atau sendiri atau bisa juga digabung menjadi seperti “dirinya sendiri”.
Contoh : he cooks for himself

3.     Verb as Complement ( Kata Kerja sebagai Pelengkap )
Verb complement adalah objek langsung atau objek tidak langsung dari suatu tindakan kata kerja. Objek-objek tersebut dapat berupa noun, pronoun, atau konstruksi lain yang berakting seperti noun.
Contoh :
·         Jessica resist to begin sing next month
                 Beginning (Gerund)

To begin -> To infinitive



Kamis, 26 Maret 2015

Tense, Subject, Verb, Compliment, Modifier, dan Phrase

1)    5 Contoh Kalimat Tenses

Ø Present Tense: He plays soccer every evening
Ø Present Continuous Tense: I am eating a sandwich
Ø Past Tense: I danced with Adam last night
Ø Past Perfect Tense: Hanita and Eji had cleaned the hotel room before the guest came
Ø Future Continous Tense: Adam and I will be watching movie tonight

2)    Contoh kalimat yang mengandung subject, verb, compliment, dan modifier
·        Maria should have bought the groceries yesterday

3)    Kalimat yang mengandung Phrase

·        Ingrid went to the caffe for some coffees

Sabtu, 10 Januari 2015

Iklan Yang Tidak Mendidik

Pengertian iklan adalah  kegiatan memberitahukan atau menginformasikan suatu hal, barang, atau jasa melalui media massa baik online maupun ofline. Media yang digunakan, antara lain televisi, radio, koran, majalah, internet,hp,poster, pamflet, brosur, spanduk dan sebagainya”.

Iklan Shimizu

Iklan Yang Tidak Mendidik

Di Indonesia banyak iklan yang melanggar etika bisnis, contohnya seperti menampilkan iklan yang menjelekan competitor ataupun menanmpilkan iklan dengan menyisipkan konten yang tidak pantas. Dalam tugas kali ini saya akan membahas iklan “Pompa Air Shimizu” yang menurut saya menampilkan konten yang tidak pantas.
Pertama saya akan meceritakan bagaimana iklan tersebut. Saya mengatakan iklan tersebut tidak pantas karena dalam iklan pompa air tersebut mengandung konten yang vulgar dimana dalam iklan tersebut dibintangi oleh seorang perempuan yang memakai baju ketat dan terbuka. Dalam adegan iklan tersebut si wanita sedang mencari obat kuat namun malah ditawari pompa air, lalu shimizu dalam menjelaskan spesifikasi produknya ditampilkan dengan si artis wanita dengan menari sensual. Kemudian dengan wajah yang seduktif wanita tersebut tertawa kegirangan karena disirami air oleh pasangannya.

Analisis:
Pendapat saya dalam bahasan kali ini adalah bahwa memang bukan orang periklanan untuk menampilkan iklan yang mendidik, karena menurut saya tugas mendidik adalah dari orang tua dan guru. Maka dari itu saya menyebut iklan yang saya bahas diatas merupakan iklan yang tidak pantas bukan iklan yang tidak mendidik, walaupun tentu saja iklan yang tidak pantas pasti tidak memberikan manfaat apa-apa bagi yang melihatnya.  Karena kontennya yang dapat memberikan intepretasi yang salah dan menjurus ke hal-hal vulgar sebaiknya KPI lebih selektif untuk meloloskan iklan yang seperti ini, iklan macam ini sangat tidak pantas untuk dilihat oleh anak kecil ataupun remaja karena dikhawatirkan akan memancing para penontonnya memikirkan hal-hal kotor. Iklan tidak pantas ini bukan hanya iklan Shimizu, ada beberapa produk lain juga memiliki adegan dan tagline yang kurang pantas untuk merepresentasikan produknya, contoh yang saya bicarakan ini adalah iklan “Segar Sari Susu Soda” yang dibintangi oleh Julia Perez. Saran saya, sebaiknya KPI lebih selektif salam meloloskan hak siar iklan-iklan seperti itu, ataupun walaupun tetap diiklan kan sebaiknya ditanyangkan pada malam hari dimana, sebagian besar anak-anak telah tertidur.


Minggu, 09 November 2014

Konflik yang Terjadi di Perusahaan



Konflik yang terjadi di perusahaan biasanya adanya pimpinan atau boss yang terlalu kaku dan tegas dalam memimpin Adanya beberapa kelemahan dalam kepemimpinan kurang dekat dengan bawahan, kurang ramah, terlalu pelit, kurang perhatian, sukar menerima kritik dan saran, dan kurang jeli dalam mengamati kerja sama di antara para bawahannya. Hal ini biasnya membuat para bawahan gerah dengan tingkah si boss sehingga ini mempengaruhi kinerja karyawan. Akibat dari kepemimpinan yang tidak mengenakan ini biasanya karyawan lebih memilih resign dari kantor. Walaupun biasanya perusahaan memiliki criteria karyawan yang harus mampu kerja dalam tekanan, hal ini tidak dapat dibiarkan.

Analisis:

Contoh kasus diatas mungkin bukan pengalaman saya, namun pengalaman tersebut pernah dialami oleh saudara saya, sehingga saya tertarik untuk menuliskan contoh kasus tersebut. Menurut pendapat saya sebagai orang awam dan belum berpengalaman dalam bekerja di kantor, seharusnya tiap pimpinan harus dibekali oleh latihan kepeminpinan sehingga saat menjadi atasan mereka tidak semena-mena pada karyawan yang jabatannya dari mereka. Karyawan yang jabatannya rendah juga sama penting dengan yang atasannya, karena ibarat mereka bekerja dalam kelompok, si pemimpin memiliki tujuan yang harus di bantu oleh orang lain yaitu para karyawan. Konflik seperti pastinya banyak dialami oleh para karyawan, solusi dari masalah ini adalah si atasan yang harus introspeksi diri agar tetap menghargai karyawan yang jabatannya lebih rendah, lalu jika ada kritik yang diberikan oleh bawahan janganlah marah dulu, siapa tahu kritik tersebut dapat membantu memperbaiki kinerja. Menurut saya sekian analisis yang dapat saya berikan.

Rabu, 15 Oktober 2014

PENGERTIAN CSR, MANFAAT CSR, DAN PERUSAHAAN YANG MENERAPKAN CSR



TEORI:

CSR (Corporate Social Responsibility)

Adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap social maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah fenomena dan strategi yang digunakan perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR dimulai sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitabilityperusahaan. Kegiatan CSR akan menjamin keberlanjutan bisnis yang dilakukan. Hal ini disebabkan karena :
1.      Menurunnya gangguan social yang sering terjadi akibat pencemaran lingkungan, bahkan dapat menumbuh kembangkan dukungan atau pembelaan masyarakat setempat.
2.      Terjaminnya pasokan bahan baku secara berkelanjutan untuk jangka panjang.
3.      Tambahan keuntungan dari unit bisnis baru, yang semula merupakan kegiatan CSR yang dirancang oleh korporat.

Adapun 5 pilar yang mencakup kegiatan CSR yaitu:
1.      Pengembangan kapasitas SDM di lingkungan internal perusahaan maupun lingkungan masyarakat sekitarnya.
2.       Penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wilayah kerja perusahaan.
3.      Pemeliharaan hubungan relasional antara korporasi dan lingkungan sosialnya yang tidak dikelola dengan baik sering mengundang kerentanan konflik.
4.      Perbaikan tata kelola perusahaan yang baik.
5.      Pelestarian lingkungan, baik lingkungan fisik, social serta budaya.

Berikut ini adalah manfaat CSR bagi masyarakat:
1.      Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan.
2.      Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut.
3.       Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
4.       Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Berikut ini adalah manfaat CSR bagi perusahaan:
1.      Meningkatkan citra perusahaan.
2.      Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
3.      Memperkuat brand merk perusahaan dimata masyarakat.
4.       Membedakan perusahan tersebut dengan para pesaingnya.
5.       Memberikan inovasi bagi perusahaan

Contoh Kasus :
Contoh perusahaan yang menerapkan CSR (PT. Pertamina)
Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.
Progam Pertamina Dan Pendidikan
Sebagai komitmen perusahaan untuk turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dan untuk peningkatan akses komunitas terhadap pendidikan di tanah air, CSR Pertamina bidang Pendidikan melaksanakan sejumlah program antara lain meliputi:
1.      Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi (OSN-PTI) 2011
2.      Pertamina Scholarship (Beasiswa)
3.      Pertamina Youth Program – PYP (Edukasi Stakeholder muda)
4.      Pertamina Goes To Campus – PGTC (Edukasi kalangan akademis)

Progam Pertamina And Society
CSR Pertamina juga fokus dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur dan Program Pertamina Peduli Bencana Alam. Dalam pembangunan infrastruktur dilakukan perbaikan terhadap sarana umum seperti jalan, jembatan, MCK dan sarana air bersih.
Pada tahun 2009 bidang infrastruktur melaksanakan program antara lain:
  • Renovasi Taman Pintar Jogjakarta
  • Revitalisasi Taman Pejambon Jakarta
  • Peningkatan infrastruktur di Bau-bau
  • Peningkatan infrastruktur di wilayah sekitar unit operasi Pertamina di Indonesia.
  • Perbaikan saran air bersih di Sampang, Makasar, Sibayak, Balikpapan, Semarang, dan Karang Rejo

Progam Pertamina Dan Kesehatan
PT. Pertamina (Persero) secara konstan selalu menggarisbawahi pentingnya isu kesehatan anak dalam setiap program-program CSRnya. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk Program Operasi Anak Penderita Cacat Wajah. Untuk mengimplementasikannya, Pertamina bekerjasama dengan yayasan sosial yang khusus bergerak menangani anak penderita cacat wajah dan kasus bibir sumbing. Pertamina percaya bahwa dukungan layak diberikan kepada anak-anak ini sehingga mereka bisa hidup normal dan mampu menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya. Pada tahun 2010, 38 anak penderita bibir sumbing telah sukses dioperasi di salah satu Rumah sakit swasta di Jakarta. Para penerima manfaat program ini adalah anak-anak yang berasal dari daerah DKI Jakarta Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, dan Maluku.
Pertamina Dan Lingkungan
Program CSR Pertamina di bidang Lingkungan ditujukan sebagai komitmen manajemen dalam rangka tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam. Program CSR Bidang Lingkungan tahun 2009 mencakup sejumlah program antara lain:
1.      Green Planet
Program penanaman pohon dan konservasi mangrove yang dilaksanakan melalui aksi langsung penanaman, pembagian bibit pohon kepada warga dalam sejumlah kegiatan masyarakat dan kampanye lingkungan
2.      Costal Clean Up
Kegiatan CSR Lingkungan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sejumlah aksi, antara lain bersih-bersih pantai, distribusi tempat sampah, edukasi pelestarian lingkungan dan penanaman pohon. Tahun 2009, Program Costal Clean Up dilaksanakan di Balikpapan, Balongan dan Cilacap.
3.      Pertamina Green Act
Pertamina Green Act merupakan sebuah kompetisi seni dan kreativitas bagi siswa SMA dan guru dengan gaya hidup hijau sebagai tema utama. Program ini bertujuan untuk menjadikan sekolah-sekolah terbaik untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan.
4.      Uji Emisi Gas Buang
Perhatian terhadap kualitas udara yang lebih baik merupakan salah satu fokus Pertamina terhadap lingkungan. Untuk terus menginternalisasikan wawasan dan sikap pro lingkungan bagi stakeholders internal Pertamina, khususnya di lingkungan Kantor Pusat Pertamina, dan secara kongkrit menunjukkan sikap peduli lingkungan sekaligus patuh pada peraturan-peraturan lingkungan, Pertamina melaksanakan uji emisi gas buang kepada kendaraan yang berada di lingkungan kantor pusat Pertamina.
5.      Kerajinan Eceng Gondok
Kerajinan Eceng Gondok ini merupakan salah satu bentuk kepedulian CSR Pertamina bidang Lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi polutan air melalui budi daya tanaman eceng gondok. Program ini dilakukan di dekat daerah operasional Pertamina di Plaju, Palembang Sumatra. Fokus utamanya berupa pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal berupa sumber daya tanaman eceng gondok. Diharapkan agar tanaman eceng gondok yang sering dianggap sebagai gulma dapat diolah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat.

Analisis:
Menurut saya program CSR sangat penting untuk dilakukan oleh semua perusahaan, dari yang telah saya baca dari program CSR yang dilakukan pertamina adalah keputusan yang tepat. CSR yang dilakukan pertamina di bidang pendidikan sehingga para generasi muda diharapkan memotivasi generasi muda untuk peningkatan awareness yang baik terhadap energy, cinta produk dan asset bangsa, serta bisnis akrab lingkungan yang berkelanjutan di bidang bisnis migas. Selain itu CSR Pertamina yang juga mencakup bidang pemberdayaan masyarakat, kesehatan dan lingkungan telah memenuhi 5 pilar yang mencakup kegiatan CSR sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat adanya perusahaan pertamina di sekitar lingkungan mereka seperti adanya peningkatan kesejahteraan, pendidikan yang lebih baik, fasilitas umum yang lengkap, dan pembangunan fasilitas desa yang berguna dan mendukung kegiatan social warga sekitar perusahaan. Selain dampak yang dapat dirasakan masyrakat tentu pertamina juga akan mendapat manfaat atas CSR yang mereka terapkan. Setelah CSR yang mereka terapkan tentu pertamina akan meningkatkan citra perusahaannya, kerja sama yang dilakukan pertamina tentu juga akan berkembang, selain itu bran merek Pertamina tentu akan lebih baik dimata masyarakat dan akan memeberikan inovasi pada perusahaan.

Sumber: www.pertamina.com
               www.seputar-mahasiswa.blogspot.com

Sabtu, 11 Oktober 2014

Penerapan Etika Utilitarianisme Pada Bisnis

Etika Utilitarianisme
Utilitarianisme berasal dari bahasa Latin yaitu “utilitas”  yang memiliki arti kegunaan. Utilitarianisme adalah sebuah teori yang diusulkan oleh David Hume (1711-1776) untuk menjawab moralitas yang saat itu mulai diterpa badai keraguan yang besar, tetapi pada saat yang sama masih tetap sangat terpaku pada aturan ketat moralitas yang tidak mencerminkan perubahan – perubahan radikal di zamannya.
Kemudian teori ini dikembangkan oleh Jeremy Bentham (1748 – 1832) dan muridnya John Stuart Mill (1806-1873). Secara umum, Etika Utilitarianisme mengenai bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal atau hukum secara moral.

·   Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
1. Manfaat = Kebijaksanaan atau tindakan itu memiliki manfaat atau kegunaan tertentu.
2. Manfaat Terbesar = Kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat besar bila dibandingkan dengan kebijaksanaan atau alternatif lainnya.
3. Manfaat Terbesar bagi sebanyak mungkin Orang = Kebijakan atau tindakan dinilai baik secara moral jika memiliki manfaat terbesar bagi banyak orang. Bertindaklah sedemikian rupa sehingga tindakanmu itu mendatangkan kebaikan.

·   Nilai Positif Etika Utilitarianisme
1. Rasionalitas, prinsip moral yang diajukan oleh etika utilitarianisme ini tidak didasarkan pada aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami dan yang tidak bisa kita cari tahu keabsahannya. Justru sebaliknya, utilitarianisme rasional mengapa suatu tindakan dianggap baik.
2. Menghargai kebebasan setiap pelaku moral. Tidak ada paksaan bahwa orang harus bertindak sesuai dengan cara tertentu yang mungkin tidak diketahui alasannya mengapa demikian. Jadi, tindakan baik itu diputuskan dan dipilih sendiri berdasarkan kriteria yang rasional dan bukan sekedar mengikuti tradisi, norma atau perintah tertentu.
3. Universalitas, mengutamakan manfaat atau akibat dari suatu tindakan bagi banyak orang. Suatu tindakan akan dinilai baik secara moral bukan karena tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar bagi orang yang melakukan tindakan itu, melainkan karena tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar bagi semua orang yang terkait.

·   Utilitarianisme sebagai Proses dan sebagai Standar Penilaian
1. Etika utilitarianisme digunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak. Ia menjadi sebuah metode untuk bisa mengambil keputusan yang tepat tentang tindakan atau kebijaksanaan yang akan dilakukan. Dalam wujud pertama ini, etika utilitarianisme dipakai untuk perencanaan, untuk mengatur sasaran dan target yang hendak dicapai.
2. Etika utilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan. Kriteria ini untuk menilai apakah suatu tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan memang baik atau tidak.

·      Analisis Keuntungan dan Kerugian
Dalam Etika Utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dengan semua orang yang terkait, sehingga analisis keuntungan dan kerugian tidak lagi semata-mata tertuju langsung pada keuntungan bagi perusahaan.
1. Keuntungan dan Kerugian (Cost and Benefits), yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan. Perhatikan bagaimana dan sejauh mana suatu kebijaksanaan dan kegiatan bisnis suatu perusahaan membawa akibat yang menguntungkan dan merugikan bagi kreditor, konsumen, pemasok, penyalur, karyawan, masyarakat luas, dan sebagainya.
2. Tidak ditempatkan dalam kerangka uang. Perlu juga mendapat perhatian serius, bahwa keuntungan dan kerugian disini tidak hanya menyangkut aspek financial, melainkan juga aspek-aspek moral: hak dan kepentingan konsumen, hak karyawan, kepuasan konsumen, dan sebagainya. Jadi, manfaat harus ditafsirkan secara luas dalam kerangka kesejateraan, kebahagiaan, keamanan sebanyak mungkin pihak terkait yang berkepentingan.
3. Untuk jangka panjang. Benefits yang menjadi sasaran utama semua perusahaan adalah longterm net bisnis.

Kelemahan Etika Utilitarianisme
1. Manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit
2. Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
3. Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
4. Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
5. Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan proiritas di antara ketiganya
6. Etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.


Contoh usaha bisnis yang menerapkan etika utilitarianisme
Dari teori utilitarian yang saya baca, teori ini mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat, maka itu saya akan membahas warung yang berada di dekat rumah saya sebagai contoh bisnis yang menerapkan etika utilitarianisme. Warung yang akan saya bahas ini dimiliki oleh sepasang suami istri, warung ini biasanya disebut “warung Lek Mar” oleh orang sekitar, dulunya warung ini hanya menjual jajanan anak kecil, namun seiring waktu dan berganti pemilik warung ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang sering dibutuhkan masyarakat. Warung ini adalah toko kelontong yang cukup ramai dikunjungi oleh orang-orang di daerah rumah saya, walaupun warungnya kecil dan kelihatannya tidak lengkap, namun sebenarnya barang-barang yang mereka jual cukup beraneka ragam. Menurut analisa saya keberadaan warung ini cukup memberikan manfaat pada masyarakat sekitar, karena mereka menyediakan barang-barang pokok yang di butuhkan konsumen. Adanya warung Mbak Sari (pemilik warung) ini tentu sangan membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan barang-barang pokok dengan segera, lokasinya yang berada di tengah-tengah masyarakat dapat dijangkau dengan cepat, sehingga konsumen yang membutuhkan barang-barang tertentu tidak usah repot-repot untuk pergi kepasar ataupun ke swalayan hanya untuk membeli suatu barang. Selain barang-barang yang dijual, warung Mbak Sari ini juga melayani antar barang, seperti contohnya bila kita memesan air mineral kemasan gallon, kita bisa minta untuk diantar kerumah, sehingga kita tidak perlu repot-repot mengangkat gallon tersebut, menurut saya ini sangat praktis dan membantu. Tidak hanya air mineral gallon, kita juga dapat pesan gas untuk memasak untuk diantar kerumah. Tidak semua konsumen kuat atau bisa untuk membawa air mineral gallon atau tabung gas kerumah, seperti contohnya saja tetangga saya yang seorang manula dan tinggal sendiri, layanan yang diberikan oleh warung Mbak Sari ini tentu sangan membantu. Jadi kesimpulannya, keberadaan warung Mbak Sari ini sangat member manfaat pada masyarakat sekitar.

Referensi
DR. A. Sonny Keraf. 2006. Etika Bisnis. Yogyakarta : Kanisius.