Sabtu, 27 Oktober 2012

Badan Usaha dan Koprasi


Badan Usaha dan Koprasi
Pengertian Badan Usaha:

Dalam perkembangannya, kegiatan produksi akan melahirkan suatu unit usaha yang dikenal dengan perusahaan. Agar perusahaan dapat mendatangkan laba, perusahaan ini harus dikelola secara efektif dan efisien. Untuk itu, perusahaan memerlukan wadah yang terorganisasi. Wadah perusahaan inilah yang dikenal dengan badan usaha.

Funsi Badan Usaha:
Fungsi-fungsi badan usaha meliputi fungsi komersial, fungsi sosial dan fungsi ekonomi sosial
a. Fungsi Komersial
Fungsi komersial badan usaha berkaitan dengan usaha untuk menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing atau memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Fungsi komersial dapat mencapai sasaran yang ditetapkan dengan menerapkan fungsi manajemen dan fungsi operasional.
i. Fungsi Manajemen
Ada beberapa fungsi manajemen yang dapa digunakan untuk mencapai sasaran seperti fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi motivasi dan fungsi pengawasan. Fungsi perencanaan merupakan permulaan langkah. Setelah menetapkan tujuan dan langkah-langkah, tahap berikutnya adalah memotivasi angota organisasi agar bekerja sesuai dengan rencana. Langkah penting yang lain adalah pengawasan yaitu mencocokan rencana dengan hasil pekerjaan. Pemanfatan fungsi manajemen secara baik akan memastikan bahwa badan usaha tersebut dapat mencapai tujuan yang direncanakan semula.
ii. Fungsi Operasional
Badan usaha dapat dijalankan dengan mengelola sumber daya manusia produksi, pemasaran dan pembelanjaan
a.       Sumber daya manusia (SDM)
SDM adalah aset yang paling berharga. Keberhasilan badan usaha sangat ditentukan oleh penggunaan sumber daya manusia yang efektif. Pengelolaan sumber daya manusia merupakan hal yang sulit karena setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda dengan manusia lain.
b.      Produksi
Produksi adalah setiap bentuk usaha yang ditujuikan untuk menambah manfaat suatu benda. Dalam menambah manfaat, manajer produksi harus dapat menghasilkan barang dengan biaya sekecil mungkin dengan mutu yang memenuhi syarat. Harga pokok tidak boleh di atas harga pasar.

c.       Pemasaran
Pemasaran adalah kegiatan penyaluran barang dan jasa dari produsen sampai ke tangan konsumen. Pemasaran berhubungan dengan pemindahan kepemilikan, cara-cara penjualan, penentuan harga promosi, dan penyaluran. Kegiatan pemasaran harus selslu berorientasi pada kepuasan konsumen.

d.      Pembelajaran
Pembelajaran adalah kegiatan yang berhubungan dengan cara-cara memperoleh dana dan menggunakannya dengan seefektif mungkin. Kegiatan pembelanjaan memerlukan perencanaan, pengawasan, kebijakan dan pengendalian.
b. Fungsi Sosial
Fungsi sosial berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya perusahaan lebih memprioritaskan penggunaan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar perusahaan. Fungsi sosial lain adalah menyangkut proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan para pekerja. Setiap perusahaan hendaknya membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai bidang kerjanya, baik pada saat bekerja di perusahaan tersebut ataupun setelah keluar, operasionalisasi perusahaan tentu juga menghasilkan dampak negatif, seperti polusi dan kerusakan lingkungan. Untuk itu, perusahaan harus dapat mencegah atau menekan dampak negatif tersebut sampai seminimal mungkin. Pengelolaan limbah dan penataan lingkungan yang baik akan berpengaruh pada kenyamanan hidup masyarakat sekitar
c. Fungsi Ekonomi Sosial
Badan usaha adalah mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional. Banyak peran yang dapat dilakukan badan usaha untuk membantu pemerinah, antara lain dalam peningkatan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat. Di lain pihak, pemerintah dapat memungut pajak dari badan usaha tersebut.

Jenis-jenis Badan Usaha

jenis Perusahaan Menurut Lapangan Usaha
Adanya berbagai jenis barang mencerminkan adanya berbagai jenis perusahaan.
Ada perusahaan sepatu, perusahaan minyak, perusahaan roti, dan sebagainya. Jika kita amati kegiatan ekonomi masyarakat, ternyata banyak sekali jenis perusahan yang terlibat di dalamnya. Mengingat banyaknya jenis perusahaan, kita dapat membedakannya menurut lapangan usahanya, yaitu: perusahaan agraris, perusahaan ekstraktif atau pertambangan, perusahaan manufaktur, perusahaan perdagangan, dan perusahaan jasa.

a. Perusahaan Agraris
Makanan kita terdiri atas makanan pokok (nasi, jagung, atau sagu) dan lauk pauknya (sayur dan ikan/daging).
Dari mana kita memperoleh bahan dasar makananmu itu? Kita akan berterima kasih kepada petani, nelayan, atau peternak. Petani, nelayan, atau peternak dapat memproduksi padi untuk nasi, jagung, atau sagu, sayurmayur, hewan ternak dengan memfungsikan tanah sebagai faktor produksi utamanya. Perusahaan agragris ialah perusahaan yang aktivitas produksinya menggunakan daya dukung tanah sebagai faktor utama. Perusahaan ini hanya mengolah alam untuk menghasilkan barang baru.
Misalnya pertanian, perikanan, peternakan semuanya menggunakan lahan tanah.

b. Perusahaan Ekstraktif
Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam melimpah. Minyak, emas, dan jenis tambang lainnya merupakan kekayaan alam yang dimiliki negara kita. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan penambangan minyak, emas, dan jenis tambang lainnya. Perusahaan tersebut dikategorikan sebagai perusahaan ekstraktif atau perusahaan pertambangan. Perusahaan ekstraktif ialah usaha produksi yang menggali dan mengumpulkan barang-barang yang telah disediakan alam sehingga dapat menyediakan barang yang diperlukan sebagai bahan baku untuk diolah lebih lanjut, misalnya pertambangan, penebangan kayu, pengambilan kekayaan laut.

c. Perusahaan Industri dan Kerajinan
Perusahaan industri dan kerajinan ialah usaha produksi yang menghasilkan barang jadi atau setengah jadi dengan cara mengolah bahan mentah dan bahan penolong, misalnya industri tekstil (industri barang setengah jadi) dan industri rokok (industri barang jadi). Perusahaan industri terdiri atas perusahaan yang memproduksi barang yang sudah berubah bentuk dan sifatnya.

d. Perusahaan Perdagangan
Perdagangan ialah kegiatan jual beli barang tanpa mengubah/mengolah barang tersebut. Toko eceran, warung, kedai, dan tempat penjualan lainnya merupakan bentuk perusahaanperdagangan.

e. Perusahaan Jasa
Perusahaan ini memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukannya. Produk jasa berbeda dengan produk barang. Jasa umumnya tidak berwujud. Waktu produksi dan konsumsi bersamaan. Beberapa contoh jasa antara lain salon kecantikan, jasa angkutan, jasabank, jasa pegadaian, jasa telekomunikasi, jasa bimbingan belajar, pengiriman surat atau barang, dan lainnya.


Bentuk Hukum Badan Usaha

a. Badan Usaha Milik Swasta
Bentuk-bentuk BUMS antara lain Perusahaan Perseroan (PO), Perseroan Firma (Fa), Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), dan Yayasan.

1) Perusahaan Perseorangan
Sesuai dengan namanya, perusahaan ini dimiliki oleh perseorangan. Modalnya milik pribadi (baik aset pribadi maupun pinjaman dengan tanggung jawab pribadi). Bentuk perusahaannya sangat sederhana, tetapi tidak berarti selalu merupakan perusahaan kecil.
Perusahaan ini dipimpin langsung oleh pemiliknya dan keuntungan menjadi keuntungaan pemilik. Dalam perusahaan ini, kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan kadang tidak terpisahkan. Semua kerugian menjadi tanggung jawab pemilik. Setiap orang dapat mendirikan perusahaan perseorangan jika sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan pemerintah.
Keuntungan Perusahaan Perseorangan;
(1) persyaratan mendirikannya mudah
(2) keuntungan menjadi milik sendiri
(3) rahasia perusahaan terjamin
(4) pajak rendah
(5) pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat karena tidak perlu musyawarah
(6) jika terdaftar, dapat memperoleh kredit bank dengan mudah
(7) lebih berpeluang mengembangkan perusahaan
Kelemahan Perusahaan Perseorangan
(1) kemampuan tenaga dan modal terbatas karena hanya didirikan sendiri
(2) tanggung jawab pemilik tidak terbatas
(3) kesinambungan perusahaan kurang terjamin
(4) semua risiko ditanggung sendiri

2) Perseroan Firma (Fa)
Perusahaan didirikan oleh beberapa orang dengan cara menggabungkan modal dan tenaga. Pendiriannya dilakukan di depan notaries sehingga ada akta pendirian perusahaan. Pemilik firma biasanya mereka yang saling kenal. Maju mundurnya firma ditentukan bersama. Para pendiri perusahaan merupakan pemilik sekaligus pemimpin perusahaan. Jika kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutup utang perusahaan, kreditur dapat menuntut sampai ke kekayaan pribadi pemiliknya. Firma akan berakhir jika salah seorang pendirinya mengundurkan diri atau meninggal.
Keunggulan Firma:
(1) kesinambungan firma lebih terjamin karena tidak bergantung pada satu orang
(2) dapat mengadakan pembagian kerja sesuai dengan keahlian para pemilik
(3) dapat mengumpulkan modal yang lebih besar
(4) risiko ditanggung bersama pemilik
Kelemahan Firma:
(1) kemungkinan terjadinya perbedaan pendapat di antara pendiri
(2) kecerobohan seorang pendiri akan berakibat pada pendiri lainnya
(3) pengambilan keputusan lambat karena harus musyawarah


3) Perseroan Terbatas (PT)
PT biasanya didirikan oleh beberapa orang. Seluruh pemiliknya mempunyai tanggung jawabyang terbatas. Modalnya biasanya terbagi atas saham-saham. Besarnya pemilikan saham menentukan banyaknya suara dalam rapat pemegang saham.
Tanggung jawab pemilik saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
PT dapat berstatus badan hukum jika didirikan di depan notaries. Dan akta notaries tersebut didaftarkan ke Departemen Kehakiman untuk disahkan dan diumumkan dalam berita Negara.
PT dipimpin oleh pengurus yang disebut direksi. Dalam melakukan tugasnya, direksi diawasi oleh komisaris. Kekuasaan tertinggi PT berada di tangan Rapat Umum Pemegang Saham. Rapat ini memilih direksi dan komisaris serta menentukan program secara garis besar dan mensahkan rugi laba perusahaan.
Menurut sifatnya, PT terbagi dua kelompok, PT tertutup jika saham tidak bisa diperjualbelikan secara umum dan PT Terbuka jika sahamnya dapat diperjualbelikan, biasanya di pasar modal (bursa efek). PT Terbuka biasa disingkat PT Tbk.
Keunggulan PT:
(1) pemilik dan pengurus terpisah
(2) mudah memperbesar modal dengan menjual atau mengeluarkan saham
(3) pemilik saham dapat sewaktu-waktu mimindahkan modalnya kepada orang lain karena saham dapat diperjualbelikan
(4) tanggung jawab pemilik terbatas pada saham yang ditanam sehingga kalau perusahaan rugi, pemilik tidak turut menanggung sampai pada harta pribadi
(5) kesinambungan perusahaan lebih terjamin karena tidak bergantung pada seseorang
Kelemahan PT:
(1) biaya pendirian besar
(2) waktu yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan lama
(3) biaya operasional organisasi besar
(4) pajak dikenakan pada keuntungan perseroan dan keuntungan yang dibagi-bagi (deviden)
(5) untuk memimpin PT relatif lebih sulit
(6) rahasia perusahaan kurang terjamin

4) Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap/CV) merupakan perusahaan yang didirikan oleh beberapa orang yang terdiri atas peserta yang memiliki tanggung jawab terbatas dan peserta yang memiliki tanggung jawab tak terbatas. Dilihat dari tanggung jawabnya, CV terdiri atas:
(1) peserta aktif: memiliki tanggung jawab penuh atas perusahaan, memimpin jalannya perusahaan, jika CV bangkrut, asset pribadinya digunakan untuk melunasi hutang perusahaan;
(2) peserta pasif: memiliki tanggung jawab terbatas sesuai dengan modal yang dimasukkan ke dalam perusahaan. Jika CV bangkrut, dia dapat meminta modalnya kepada peserta aktif. Peserta pasif disebut juga peserta diam atau peserta komanditer.
Pendirian CV harus dilingkapi dengan akta notaris.
Kelebihan CV:
(1) pendiriannya mudah
(2) kebutuhan modal lebih mudah dipenuhi
(3) pengelolaan perusahaan bisa lebih baik daripada perseroan perorangan
Kelemahan CV:
(1) tanggung jawab anggota tidak sama
(2) adanya tanggung jawab tidak terbatas dari sekutu aktif
(3) ada kesulitan bagi peserta pasif untuk menarik kembali modal yang telah disetorkan

5) Yayasan
Yayasan ialah bentuk badan usaha yang bergerak di bidang bersifat sosial.
Keuntungan yang diperoleh yayasan hanya sekadar untuk menutupi biaya yang dikeluarkan dalam usaha sosialnya.
Pendirian yayasan harus berdasarkan akta notaris. Pendiri yayasan tidak mempunyai hak atas kekayaan dari yayasan. Oleh karena itu, semua pendiri yayasan memiliki tanggung jawab yang terbatas terhadap yayasan tersebut.

6)Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Sesuai dengan namanya, perusahaan ini adalah milik negara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1969 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara, BUMN dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Perusahaan Perseroan (Persero).
Adapun tujuan pemerintah mendirikan sebuah BUMN ialah:
(1) menyelenggarakan kepentingan umun dan pelayanan jasa kepada masyarakat
(2) memupuk salah satu sumber penerimaan negara
(3) mencegah terjadinya monopoli oleh swasta
(4) memperluas jaringan kerja

7)Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha rakyat. Koperasi berasal dari kata co operative yang berarti usaha bersama. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang ingin menolong diri sendiri dan sesama anggota melalui usaha bersama. Anggota koperasi bersifat sukarela.
Koperasi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan prinsip kebersamaan dan berazaskan kekeluargaan untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu memenuhikebutuhan.


Perbedaan antara Badan Usaha dan Koperasi :

1. Badan usaha dalam bentuk PT
   a.    Pengguna jasa adalah umumnya bukan pemilik
   b.    Pemilik usaha adalah pemegang saham
   c.    Pemilik suara adalah pemegang saham biasa
   d.    Penentuan kebijaksanaan adalah direksi
   e.    Balas jasa terhadap modal dilakukan secara tidak terbatas, dsb.

2. Koperasi
   a.    Pengguna jasa yaitu seluruh anggota (umum)
   b.    Pemilik usaha adalah anggota
   c.    Pemilik suara ditangan para anggota
   d.    Penentuan kebijaksanaan adalah pengurus
   e.    Dan balas jasa terhadap modal dilakukan secara terbatas.


PERSAMAAN ANTARA PT,CV DAN KOPERASI ANTARA LAIN:
§      Ada pemodal untuk membentuk badan usaha
§      Mencari laba
§      Ada izin usaha
§      Tanggung jawab terbatas
§      Penerimaan laba berbanding lurus dengan modal yang disetorkan(semakin banyak   modal maka semakin banyak laba yang diperoleh dan sebaliknya).



1.    perusahaan perseorangan
Kelebihan:
  1. Seluruh laba menjadi miliknya. Bentuk perusahaan perseorangan memungkinkan pemilik menerima 100% laba yang dihasilkan perusahaan.
  2. Kepuasan Pribadi. Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang baik untuk mengambil keputusan.
  3. Kebebasan dan Fleksibilitas. Pemilik perusahaan perseorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain dalam mengambil keputusan.
  4. Sifat Kerahasiaan. Tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing.
kelemahan:
  1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Artinya seluruh kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan.
  2. Sumber keuangan terbatas. Karena pemiliknya hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya.
  3. Kesulitan dalam manajemen. Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pengaturan karyawan dan sebagainya dipegang oleh seorang pimpinan. Ini lebih sulit apabila manajemen dipegang oleh beberapa orang.
  4. Kelangsungan usaha kurang terjamin. Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut, atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha ini berhenti kegiatannya.


Kelebihan dan Kelemahan Koperasi
Hal-hal yang menjadi kelebihan koperasi di Indonesia adalah:
1.Bersifat terbuka dan sukarela.
2.Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib tidak memberatkan anggota.
3.Setiap anggota memiliki hak suara yang sama, bukan berdasarkan besarnya modal
4.Bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan bukan sematamata mencari   keuntungan.

Hal-hal yang menjadi kelemahan koperasi di Indonesia adalah:
1.                  Koperasi sulit berkembang karena modal terbatas.
2.                  Kurang cakapnya pengurus dalam mengelola koperasi.
3.                  Pengurus kadang-kadang tidak jujur.
4.                  Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya.



source:

Senin, 08 Oktober 2012

Macrs


Metode Depresiasi Klasik (Historis)
Bagian ini menggambarkan dan mengilustrasikan metode garis lurus, keseimbangan menurun, dan jumlah-angka-tahun dari kalkulasi deduksi depresiasi. Seperti di sebutkan dalam bagian 7.2, metode historis ini digunakan terus-menerus, langsung dan tidak langsung, untuk mendepresiasi barang. Juga dibahas tentang unit-unit metode produksi.

7.3.1 Metode Garis-Lurus
Depresiasi garis lurus merupakan metode depresiasi yang sederhana. Metode SL mengasumsikan bahwa suatu jumlah tetap yang didepresiasi setiap tahunnya atas umur depresiasi asset.

7.3.2 Metode Keseimbangan Menurun
Dalam metode keseimbangan menurun, kadang-kadang disebut metode persentase tetap atau rumus Metheson, diasumsikan bahwa depresiasi biaya tuhunan merupakan persentase tetap dari BV pada permulaan tahun.

7.3.3 Metode Jumlah-Angka-Tahun
Untuk menghitung deduksi depresiasi dengan metode SYD, angka-angka yang berkaitan dengan angka setiap umur tahun yang diizinkan berada pada urutan pertama dalam urutan yang terbaik.

7.3.4 Keseimbangan Menurun yang Dialihkan ke Garis-Lurus
Karena metode keseimbangan menurun tidak pernah mencapai BV yang nol, maka diperbolehkan untuk berpindah dari metode ini ke metode garis-lurus sehingga SVN aset akan menjadi nol (atau jumlah-jumlah lain yang diinginkan).

7.3.5 Metode Produksi-Unit
Semua metode depresiasi yang dibahas disini berdasarkan pada waktu yang sudah lewat yang mana teori tersebut dinyatakan bahwa nilai barang yang menurun sebagian besar merupakan fungsi dari waktu.

7.4. Modified Accelerated Cost Recovery System
MACRS adalah barang yang anda pilih untuk tidak dimasukan karena untuk depresiasinya dengan metode yang tidak didasarkan pada bentuk tahun dan barang intangible. MACRS terdiri dari dua sistem untuk menghitung deduksi depresiasi. Sistem utamanya disebut General Depreciation System (GDS) dan sistem kedua disebut Alternative Depreciation System (ADS).

7.4.1 Kelas Barang dan Periode Pemulihan
Dengan MACRS, depresiasi barang tangible dikategorikan ke dalam kelas asset.

7.4.2 Metode Depresiasi, Konvensi, Waktu, dan Tingkat Pemulihan
Metode utama yang digunakan berdasarkan MACRS untuk menghitung deduksi depresiasi selama periode pemulihan aset diringkas dibawah ini: kelas barang pribadi GDS 3-, 5-, 7-, dan 10- tahun, kelas barang pribadi GDS 15- dan 20- tahun, kelas barang riil nonresidential dan residential GDS, dan ADS.

7.5 Contoh Depresiasi Umum
Sekarang kita akan mempertimbangkan suatu aset yang depresiasinya dihitung dengan metode historis dan MACRS (GDS) seperti yang baru saja dibahas sebelumnya. Seperti yang akan kita lihat dalam bab ini, metode depresiasi yang menghasilkan nilai sekarang yang lebih besar (dari jumlah depresiasi) lebih disukai oleh perusahaan yang ingin mengurangi nilai sekarang dari pajak pendapatan yang harus dibayar kepada pemerintah.

7.6 Deplesiasi
Apabila sumber daya alam dikonsumsi dalam memproduksi produk atau jasa, digunakan terminologi deplesiasi (penyusutan) untuk menyatakan penurunan nilai sumber daya berdasarkan apa yang terjadi.

7.7 Pengantar Untuk Pajak Pendapatan
Sampai pada bagian ini, tidak ada pertimbangan tentang pajak pendapatan dalam pembahasan kita mengenai ekonomi teknik, kecuali untuk pengaruh depresiasi dan jenis-jenis deduksi lainnya.

7.7.1 Perbedaan Antara Jenis-Jenis Pajak yang Berbeda
Sebelum membahas konsekuensi dari pendapatan pajak dalam studi ekonomi teknik, kita perlu membedakan antara pajak pendapatan dan beberapa jenis pajak lainnya: pajak pendapatan, pajak properti, pajak penjualan, pajak pembelian.

7.7.2 Minimum Sebelum Pajak dan Sesudah Pajak Tingkat Pengembalian yang Menarik
Suatu perkiraan dari MARR sebelum pajak dibutuhkan, yang memasukkan efek dari pajak pendapatan, untuk tujuan pendidikan hanya melibatkan arus kas sebelum pajak yang dicapai dari hubungan berikut ini.

7.7.3 Pendapatan Korporat (PerusahaanBisnis) yang Kena Pajak
Pada setiap akhir tahun pajak, korporat harus menghitung pendapatan bersih sebelum pajak atau kerugian. Terdapat beberapa tahapan dalam proses ini, dimulai dengan perhitungan pendapatan kotor.

7.8 Tingkat Pajak Pendapatan Perusahaan Efektif
Struktur tingkat pajak pendapatan perusahaan federal ditunjukan dalam tabel 7-5. Tergantung pada golongan pendapatan kena pajak sehingga sebuah perusahaan yang berada dalam tahun pajak, tingkat marjinal federal dapat bervariasi dari 15% sampai maksimum 39%.

7.9 Untung (Rugi) Atas Sisa Aset
Apabila aset yang didepresiasi (barang pribadi tangible dan barang riil) dijual, nilai pasarnya jarang sekali sama dengan nilai bukunya. Umumnya, keuntungan (kerugian) pada penjualan dari barang didepresiasi merupakan nilai pasar yang wajar dikurang nilai bukunya pada saat itu.

7.10 Prosedur Umum Untuk Membuat Analisis Ekonomi Setelah Pajak
Analisis ekonomi setelah pajak dapat dilakukan tepat sama seperti metode sebelum pajak. 

7.11 Ilustrasi Dari Penghitungan ATCF
Permasalahan berikut mengilustrasikan penghitungan dari ATCF, sama halnya seperti di banyak situasi umum yang mempengaruhi pajak pendapatan. 

7.12 Analisis Setelah Pajak yang Memasukan Rancangan Keuangan Khusus
Masalah ekonomi teknik sejauh ini secara emplisit diasumsikan menghadapi sekelompok equity dan debt capital perusahaan yang digunakan untuk investasi dalam bidang teknik dan proyek bisnis. 

7.13 Efek Setelah Pajak Dari Nilai Delesiasi
Nilai penyusutan yang dapat dideduksi dalam tahun yang diberikan mungkin berdasarkan pada persentase tetap dari pendapatan kotor (15% untuk sumur geothermal), ditunjukan bahwa deduksi tidak melampaui 50% (100% untuk barang minyak dan gas) dari pendapatan bersih sebelum deduksi.

metode saldo menurun


DEPRESIASI - METODE SALDO MENURUN

Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)

Metode ini juga merupakan metode penurunan beban penyusutan yang menggunakan tingkat penyusutan (diekspresikan dalam persentase) yang merupakan perkalian dari metode garis lurus.  Tingkat penyusutan metode ini selalu tetap dan diaplikasikan untuk mengurangi nilai buku pada setiap akhir tahun.  Tidak seperti metode lain, dalam metode saldo menurun nilai sisa tidak dikurangkan dari harga perolehan dalam mengitung nilai yang dapat disusutkan.

Berdasarkan metode saldo menurun, biaya depresiasi dari tahun ke tahun semakin menurun selama masa pemakaian dari aktiva yang bersangkutan. Dinamakan demikian karena perhitungan depresiasi periodik didasarkan atas suatu nilai buku yang menurun (declining book value),  yaitu harga perolehan di kurang akumulasi depresiasi dari aktiva yang bersangkutan. Biaya depresiasi tahunan di hitung dengan mengalikan Nilai Buku pada awal tahun dengan tahun depresiasi. Tarif depresiasi tetap sama (remains constant) dari tahun ke tahun, tetapi nilai bukunya semakin menurun.

Konsep dasarnya :

Aktiva tetap di anggap akan memberikan kontribusi terbesar pada periode awal awal masa penggunanya dan akan mengalami tingkat penurunan fungsi yang semakin besar di periode berikunya seiring dengan semakin berkurang nya umur ekonomis atas aktiva tersebut.

Rumus yang di gunakan
                      
T = 1 - n \/ HP : NR

Keterangan : 
T       = Tarif penyusutan
n       = Tahun ekonomis
NR   = Nilai Residu (nilai sisa)
HP   = Harga perolehan


Narasumber : MK Intermediate Akuntansi - Univ Tama Jagakarsa

Depresiasi suatu aktiva tetap dilihat dari anggapan bahwa aktiva tetap baru sangat besar peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tetap tersebut semakin lama semakin mengecil seiring dengan semakin tuanya aktiva tetap tersebut. Nilai sisa atau nilai residu tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Satu-satunya metode depresiasi yang menggunakan nilai buku.

Pembelian melewati tanggal 15 bulan berjalan, depresiasi dihitung pada bulan berikutnya.
Rumus Depresiasi Saldo Menurun :
= { (100%/umur ekonomis) x 2 } x Nilai Perolehan/Nilai Buku

Ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN
CV. Matahari Fajar membeli peralatan pada tanggal 3 Januari 2007 seharga Rp. 50.000.000,- dengan nilai sisa diperkirakan sebesar 5% dari harga perolehan. Umur ekonomis 4 tahun ( nilai sisa tidak digunakan hanya jebakan saja).
Depresiasi 2007 ={ ( 100% /4) x 2 } x Rp. 50.000.000
= Rp. 25.000.000,-

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan= Rp. 25.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan========Rp. 25.000.000

Depresiasi 2008 = 50% x ( Rp. 50 jt – 25 jt ) = Rp. 12.500.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan=Rp. 12.500.000
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan========Rp. 12.500.000

Depresiasi 2009 = 50% x (Rp 50 jt-25jt-12,5jt) = Rp. 6.250.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :

D : Beban Depresiasi-Peralata=Rp. 6.250.000
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan========Rp. 6.250.000

Depresiasi 2010 = Rp.50 jt – 25jt-12,5jt-6,25jt = Rp. 6.250.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2010 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan=Rp. 6.250.000
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan========Rp.6.250.000


Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN

UD. HP  membeli mesin bubut pada tanggal 23 September 2006 seharga Rp. 30.000.000 umur 4 tahun.

Depresiasi 2006 = {(100%/4)x 2 } x 3/12 x Rp.30.000.000 = Rp. 3.750.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2006 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 3.750.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp. 3.750.000,-

Depresiasi 2007 = 50% x (Rp. 30jt-3,75jt) = Rp.13.125.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 13.125.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp. 13.125.000

Depresiasi 2008 = 50% x ( Rp.30jt-3,75jt-13,125jt)= Rp. 6.562.500

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 6.562.500
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp. 6.562.500

Depresiasi 2009= 50% x (Rp.30jt-3,75jt-13,125jt-6,5625jt)=Rp. 3.281.250

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 3.281.250
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp. 3.281.250

Depresiasi 2010 = Rp. 3.281.250 ( sisanya saja)

Jurnal pada tanggal 30 September 2010 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 3.281.250
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp3.281.250

metode garis lurus

DEPRESIASI - METODE PENYUSUTAN GARIS LURUS
Dalam metode garis lurus lebih melihat aspek waktu daripada aspek kegunaan.
Metode ini paling banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan karena paling mudah
diaplikasikan dalam akuntansi. Dalam metode penyusutan garis lurus, beban
penyusutan untuk tiap tahun nilainya sama besar dan tidak dipengaruhi dengan
hasil/output yang diproduksi. Perhitungan tarif penyusutan untuk metode garis lurus
adalah sebagi berikut:


Harga Perolehan Nilai Sisa / Estimasi Umur Kegunaan = Tarif Penyusutan


Metode penyusutan ini mempunyai kelebihan dan kelemahan.

Kelebihan dari metode ini adalah:
· Mudah digunakan dalam praktek.
· Lebih mudah dalam menentukan tarif penyusutan.

Kelemahan dari metode penyusutan ini adalah:
· Beban pemeliharaan dan perbaikan dianggap sama setiap periode.
· Manfaat ekonomis aktiva setiap tahun sama.
· Beban penyusutan yang diakui tidak mencerminkan upaya yang digunakan dalam
menghasilkan pendapatan.
· Laba yang dihasilkan setiap tahun tidak menggambarkan tingkat pengembalian
yang sesungguhnya dari umur kegunaan aktiva (dalam matching principle, beban
penyusutan harus proporsional pada penghasilan yang dihasilkan).


METODE GARIS LURUS
                                      Biaya perolehan – nilai residu
Penyusutan / tahun =     ---------------------------------------
                                                Umur manfaat


Depresiasi suatu aktiva tetap dilihat dari anggapan bahwa lamanya suatu aktiva tetap dalam peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tetap tersebut sama besarnya tanpa memandang lama atau barunya aktiva tetap tersebut. Nilai sisa atau nilai residu dapat diikutsertakan dalam perhitungan.

Pembelian melewati tanggal 15 bulan berjalan, depresiasi dihitung pada bulan berikutnya.

Rumus Depresiasi aktiva tetap metode Garis Lurus = (100%/umur ekonomis) x Nilai Perolehan

Ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN

CV. Gapura Jaya membeli sejenis aktiva sejenis peralatan pada tanggal 3 Januari 2007 seharga Rp. 60.000.000,- dengan nilai sisa diperkirakan sebesar 20% dari harga perolehan. 

Depresiasi 2007 =
( 100% /4) x Rp.48.000.000 = Rp. 12.000.000,-

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan= Rp.12.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan======Rp. 12.000.000

Depresiasi 2008 = 25% x Rp. 48.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan=Rp. 12.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan======Rp. 12.000.000

Depresiasi 2009 = 25% x Rp.48.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :.

D : Beban Depresiasi-Peralata=Rp.12.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan======Rp.12.000.000

Depresiasi 2010 = 25% x Rp.48.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2010 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan=Rp.12.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan======Rp.12.000.000


Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN

UD. Halimun Pagi membeli mesin bubut pada tanggal 23 September 2006 seharga Rp. 48.000.000 umur 4 tahun.

Depresiasi 2006 = {(100%/4)x } x 3/12 x Rp.48.000.000 = Rp. 3.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2006 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 3.000.000,-
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp. 3.000.000,-

Depresiasi 2007 = 25% x Rp.48.000.000= Rp.12.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 12.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp. 12.000.000

Depresiasi 2008 = 25% x Rp.48.000.000= Rp.12.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp.12.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp.12.000.000

Depresiasi 2009= 25% x Rp.48.000.000 = Rp. 12.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :
D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 12.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut=======Rp.12.000.000

Depresiasi 2010 = 25% x Rp.48.000.000 x 9/12 = Rp.9.000.000

Jurnal pada tanggal 30 September 2010 :
D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut=Rp. 9.000.000
K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut======Rp.9.000.000


source : http://dandysfileaccounting.blogspot.com/2011/11/depresiasi-metode-penyusutan-garis.html